2013-10-04

Manual Email Exchange dari Android Mobile



Setiap perusahaan pasti mempunya alamat email nya tersendiri dan biasanya itu dikelola baik sendiri maupun diluar kantor,dan pastinya email tersebut harus bisa secepat mungkin bisa di konfirmasi atau sekedar untuk dibaca saja,nah sekarang2 ini karena  bermunculan banyaknya smartphone yang digunakan oleh semua orang baik dari kalangan pebisnis sampai karyawan biasa dan pastinya mereka menggunakan email nya baik dikantor dan diluar kantor,dan disini saya mencoba share cara untuk setting email address tersebut di android,disini saya mencotohkan menggunakan email exchange 

1. Klik Settings app dari desktop android.


 2. Scroll kebawah dan klik Add account dari layar setting tadi.




 3. Pilih Microsoft Exchange ActiveSync.


 4. Isi Informasi tersebut:
  • E-mail: Masukkan Nama Email anda
  • Password: Masukkan Password Email anda
Setelah sudah lengkap klik Manual setup




 5. Lalu akan muncul seperti gambar dibawah,lengkapi informasi tersebut:
  • Domain\Username:domai perusahaan\nama anda
  • Password: Password Email Anda
  • Exchange Server: server mail perushaan anda
  • Cheklist: Accept all SSL Certificate
Setelah lengkap klik Next
 6. Lalu akan muncul informasi seperti gambar dibawah, klik OK.






 7. Akan ada Proses verifikasi server,ini akan memakan waktu tergantung koneksi internet yang dipakai.

 8. Setelah itu akan tampil adminstrasi security.
 klik OK untuk melanjutkan.







 9. Akan ada tampilan untuk sinkronisasi email anda dengan informasi dari Mobile android anda.
Note: Sinkronisasi Contacts,Calendar serta Task,checklist bila diperlukan
  Setelah itu klik NEXT.


 10. Anda akan diminta untuk Aktifkan administrator Mobile Android, Akun Microsoft Exchange ActiveSync membutuhkan hak administratif pada Mobile Anda.
Klik Activate




 11. Bila berhasil akan tampil seperti gambar dibawh ini



2013-10-02

KENTONGAN

Kentongan Alat Kuno Pemersatu Rakyat yang tentunya dapat menambah pengetahuan sahabat-sahabat semua.  Alat yang satu ini walau jadul namun masih tetap bertahan dan familiar bagi masyarakat Indonesia. Sebelum hadirnya alat komunikasi pemanggil massa/masyarakat yang modern hadir, kentongan menjadi bagian terpenting dimasyarakat. Kentongan selalu ada digardu dan poskamling warga.


Kentongan sangat multi fungsi, selain sebagai panggilan jika ada maling, bencana kebakaran, alat tradisional ini juga menjadi alat pemanggil berkumpul dalam mengajak masyarakat bergotong royong dan mengikuti pertemuan di dilokasi tertentu dan sekarang-sekarang ini sudah menjadi alat musik dalam sebuah pargelaran dan kebudayaan contohnya di daerah saya sendiri di banyumas,di tempat saya tinggal sendiri setiap acara hari kemerdekaan RI konvoi pawai tidak terlepas dari sekelompok anak muda yang memainkan kentongan ini secara bersama-sama dan dikolaborasikan dengan alat musik daerah lainnya seperti angklung,gendang dan sebagainya.

Mengenal kentongan ternyata memiliki sejarah panjang. Kentongan ternyata memiliki fungsi social dan religi. Sejarah budaya kentongan sebenarnya dimulai sebenarnya berasal dari legenda Cheng Ho dari Cina yang mengadakan perjalanan dengan misi keagamaan. Dalam perjalanan tersebut, Cheng Ho menemukan kentongan ini sebagai alat komunikasi ritual keagamaan. Penemuan kentongan tersebut dibawa ke China, Korea, dan Jepang. Kentongan sudah ditemukan sejak awal masehi.

Sedang di Indonesia tentunya memiliki sejarah penemuan yang berbeda dengan nilai sejarahnya yang tinggi. Di Nusa Tenggara Barat, kentongan ditemukan ketika Raja Anak Agung Gede Ngurah yang berkuasa sekitar abad XIX menggunakannya untuk mengumpulkan massa. Di Yogyakarta ketika masa kerajaan Majapahit, kentongan Kyai Gorobangsa sering digunakan sebagai pengumpul warga.

Manfaat Kentongan
Awalnya, kentongan digunakan sebagai alat pendamping ronda untuk memberitahukan adanya pencuri atau bencana alam.Dalam masyarakat pedalaman, kentongan seringkali digunakan ketika suro-suro kecil atau sebagai pemanggil masyarakat untuk ke masjid bila jam salat telah tiba Namun, kentongan yang dikenal sebagai teknologi tradisional ini telah mengalami transformasi fungsi Dalam masyarakat modern, kentongan dijadikan sebagai salah satu alat musik yang tidak kalah dengan alat musik lainnya dan bahkan indah didengar bila dikolaborasikan dengan alat musik lainnya seperti angklung,gendang dan sebagainya tapi alat ini masih jarang dimainkan di perkotaan.

 Kelebihan Kentongan
Kentongan dengan bahan pembuatan dan ukurannya yang khas dapat dijadikan barang koleksi peninggalan masa lalu yang dapat dipelihara untuk meningkatkan pemasukan negara. Kentongan dengan bunyi yang khas dan permainan yang khas menjadi sumber penanada tertentu bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kentongan merupakan peninggalan asli bangsa Indonesia dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Perawatannya juga sederhana, tanpa memerlukan tindakan-tindakan khusus

Kelemahan Kentongan
Kentongan masih banyak kita temui dalam masyarakat modern, namun fungsi kentongan sebagai alat komunikasi tradisional memiliki sejumlah kekurangan yang menyebabkan tergesernya kentongan tersebut dengan teknologi modern. Kegunaan kentongan yang sederhana dan jangkauan suara yang sempit menyebabkan kentongan tidak menjadi alat komunikasi utama dalam dunia modern ini.
Walaupun moderenisasi sudah menggeser pemakain kentongan dengan alat-alat canggih lainnya, namun kentongan belum mampu tergantikan di dusun-dusun yang masih menjadikan alat ini sebagai sarana pemanggil dan pemersatu masyarakat yang efektif.

Untuk memasyaratkan kembali alat tradisonal ini selain adanya perhatiannya dari pemerintah setempat,harus juga adanya perhatiaan dari kalangan akademisi  terkait semisal dari sekolah dasar bahwa alat ini juga bisa dijadikan alat tradisional lainnya yang lebih jauh populer semisal angklung,gamelan dan sebagainnya yang biasanya dijadikan ekstrakurikuler didalam sekolahnya.
Untuk mengembalikan unsur-unsur dari budaya tersebut dimana dahulunya menjadi alat pemersatu masyarakat walau masih sebatas dalam sebuah perdesaan,harus adanya perhatian khusus juga oleh pejabat-pejabat daerah untuk mempopulerkan alat tersebut misalkan sebagai acara selamat datang untuk para tetamu dari luar dan dalam negeri.

Ditulis untuk menunjang tugas kuliah Ilmu Sosial Dasar UG
sumber: http://analisisringan.blogspot.com

2013-10-01

Exchange Server 2007: Renewing the self-signed certificate




Untuk teman-teman yang  mengalami seperti dibawah ini untuk email exchange servernya,saya dapat artikel pencerahannya,semoga bisa membantu :)


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Exchange Server 2007 issues itself a self-signed certificate for use with services like SMTP, IMAP, POP, IIS and UM. The certificate is issued for a period of one year.

The self-signed certificate meets an important need – securing communication paths for Exchange services by default. Nevertheless, one should treat these certificates as temporary. Although the self-signed certificates work perfectly well for internal SMTP communication between Hub Transport servers, and between Hub Transport and Edge Transport servers, it’s not recommended to use them for any client communication on an ongoing basis. For most deployments, you will end up procuring a certificate from a trusted 3rd-party CA (or perhaps an internal CA in organizations with PKI deployed).

Should you decide to leave the self-signed certificate(s) on some servers and continue to use them, these will need to be renewed when they expire — just as you would renew certificates from 3rd-party or in-house CAs.

To renew the certificate for server e12postcard.e12labs.com, a server with CAS and HT roles installed:

Get-ExchangeCertificate -domain “e12postcard.e12labs.com” | fl

Note the services the certificate is enabled for (by default: POP, IMAP, IIS, SMTP on CAS + HT servers). Copy the thumbprint of the certificate.

Get a new certificate with a new expiration date:

Get-ExchangeCertificate -thumbprint “C5DD5B60949267AD624618D8492C4C5281FDD10F” | New-ExchangeCertificate
To create a new certificate with an exportable private key, use the PrivateKeyExportable parameter. For example:
New-ExchangeCertificate -PrivateKeyExportable $true

If the existing certificate is being used as the default SMTP certificate, you will get the following prompt. The default SMTP certificate is used to encrypt SMTP sessions between transport servers in your organization.

Confirm
Overwrite existing default SMTP certificate,
‘C5DD5B60949267AD624618D8492C4C5281FDD10F’ (expires 8/22/2008 7:20:34 AM), with certificate ’3DA55740509DBA19D1A43A9C7161ED2D0B3B9E3E’ (expires 1/28/2009 7:37:31 AM)?
[Y] Yes [A] Yes to All [N] No [L] No to All [S] Suspend [?] Help
(default is “Y”):

Type y to continue. A new certificate is generated.

Thumbprint   Services   Subject
———-   ——–   ——-
3DA55740509DBA19D1A43A9C7161ED2D0B3B9E3E   …..   CN=E12Postcard

The new certificate is generated and enabled. Examine the new certificate:

Get-ExchangeCertificate -thumbprint “3DA55740509DBA19D1A43A9C7161ED2D0B3B9E3E” | fl

The old certificate is enabled for IIS, POP, IMAP and SMTP. The new certificate generated using the above command is enabled only for POP, IMAP and SMTP – IIS is missing.

You can enable the certificate for IIS (in addition to any other services it may already be enabled for — it adds to existing values of the certificate’s Services property).

Note: Once you enable a certificate for a particular Exchange Server service, there’s no way to disable it (for that service). You must remove the certificate (if the certificate is CA-issued, export the certificate along with its private key before you do so), import it again and enable it for the services you need to. This is generally not a concern with self-signed certificates— you can generate additional self-signed certificates and optionally remove the old one, since there’s no CA interaction or costs involved.

Setting the Services parameter to None does not do anything in this case.

To enable the certificate for IIS:

Enable-ExchangeCertificate -thumbprint “3DA55740509DBA19D1A43A9C7161ED2D0B3B9E3E” -services IIS

Test services are working with the new certificate. If it works as expected, the old certificate can be removed:

Remove-ExchangeCertificate -thumbprint “C5DD5B60949267AD624618D8492C4C5281FDD10F”

Sumber :

Bharat Suneja

2013-09-30

Tutorial Setting Wireless Router TP-Link WR340 & WR740




Sedikit Cara Untuk Setting Wireless Router TP Link WR340 & WR740

 Mungkin Cukup mudah untuk men-seting dan meng-konfigurasi router dengan modem ADSL, tinggal mengikuti panduan yang ada di dalam buku manualnya, sudah cukup senang untuk digunakan akses ke internet.


 Ada dua cara untuk melakukan setting router TP-Link :
1.     Menggunakan CD Aplikasinya
2.     Melalui Halaman WEB / WEB browser.
Disini kita akan bahaskan dengan cara yang paling umum dipergunakan, yaitu dengan WEB browser.
  •     Untuk biasa setting routernya, sebelumnya kita harus menyamakan segmentasi IP Address Notebook/PC yang akan kita pergunakan untuk mensetting dengan segment IP default Router (untuk TP-Link sebagian besar IP defaulnya adalah 192.168.1.1), jadi IP Notebook/PC kita set 192.168.1.69 (IP Address tidak boleh sama dengan Device yang akan di setting).
  •      Melalui halaman web, Ketikan IP default Router di Web Browser,192.168.1.1.
 

  • Masukkan default username & password router,  username: admin,password: admin
  • Setelah masuk di web Administrasi router TP-Link, disarankan untuk mengganti IP default  router/TP-Linknya, karena pada umumnya modem ADSL menggunakan default IP yaitu 192.168.1.1
  • Masuk ke menu: Network > LAN ganti IP Address TP-Linknya, Disarankan untuk merubah dengan segmentasi IP yang berbeda, menjadi: 192.168.2.1 dan Subnet Mask: 255.255.255.0. Save.
  •     Disarankan juga untuk mengganti password defaultnya dengan cara memilih menu: System   Tools ->  .Password ..selain ada pilihan mengganti password, juga ada disarankan untuk mengubah username defaultnya.
  •     Restart TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot
  •     Tunggu beberapa saat, dan untuk masuk ke halaman web admin router/TP-Link nya, gunakan IP yang baru: 192.168.2.1 dan masukanusername & password yang baru
  •      Setelah masuk ke halaman administrator, pilih menu: Quick Setup dan ikuti langkah selanjutnya (klik tombol NEXT)
  •      Pada saat Choose WAN Connection Type, pilih Dynamic IP; klik tombol NEXT
               Pada halaman Wireless:
1.            Wireless Radio: Enable
2.            SSID: isi dengan nama ID yang akan di broadcast pada saat signal WiFi di pancarkan
3.            Region: Indonesia
4.            Channel: Disesuaikan, pastikan menggunakan Channel yang belum di pergunakan.
5.            Mode: 54Mbps (802.11g)
6.            Next
7.            Finish

Selanjutnya, setting Gateaway & DNS nya kita sesuaikan dengan setting ADSL Modem, masuk ke menu: Network -> WAN
1.            Klik Renew pada bagian Gateaway, dan isi dengan IP Modem:192.168.1.1
2.            Pilih/checklist bagian Use These DNS Server
3.            Primary DNS: 203.130.196.5
4.            Secondary DNS: 202.134.0.155
5.            Save

  •      Selanjutnya, setting untuk security routernya, agar tidak bisa digunakan oleh siap saja dengan memilih menu Wireless -> Wireless Setting,Beberapa setting sudah dipilih sesuai dengan setting sebelumnya.
1.            Pilih/Klik Enable Wireless Security
2.            Security Type: WEP
3.            Security Option: Automatic
4.            WEP Key Format: Hexadecimal
5.            Key1: 1234567890 (bisa diganti); Key Type: 64bit
6.            Save
             Sampai tahap ini, router sudah bisa digunakan, namun untuk lebih memastikan, ada beberapa hal yang bisa disetting terlebih dahulu sebelum router nya di REBOOT
             Setting range IP Client DHCP pada TP-Link nya dengan memilih menu:DHCP -> DHCP Setting, isi range IP sesuai dengan yang dikehendaki, misal: Start IP Address: 192.168.2.100 & End IP Address:192.168.2.199, klik SAVE
             Cek juga setting Time dengan memilih menu: System Tools -> Timesesuaikan dengan timezone dan waktu anda, klik SAVE
             Reboot router TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot
             Router TP-Link anda siap digunakan. Cabut kabel LAN dari laptop/PC dan aktifkan WiFi nya, coba untuk search WiFi (SSID) router dan masukkan WEP yang telah di set pada saat melakukan koneksi ke router. Selamat Mencoba.